STOP ! fenomena halal haram Investasi di Bursa Saham/Forex

28 Aug

…Dari sekian banyak klien yang saya jumpai… mungkin bang ”RS” lain dari pada yang lain… dimana selama ini yang selalu saya sampaikan dalam presentasi adalah Legalitas dan Tingkat Resiko bisnis yang saya tawarkan dalam presentasi adalah hal utama bagi saya…tapi kali ini lain ya… saya sempat kaget juga karena pertanyaan nya adalah…”apakah bisnis yang anda tawarkan ini adalah halal buat saya..? kata bang RS dan saya tidak mau membeli uang dengan uang, katanya lagi, soal Resiko Bisnis itu biasa dan ada dalam setiap usaha..

Nah loh..kan bingung saya…sebagai muslim jujur saja saya juga tidak mau bisnis yang saya jalankan adalah salah atau bertentangan dengan etika hukum dan sisi agama yang saya anut… tapi ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi, sudah banyak orang penting (pejabat), alim ulama dan cerdik pandai yang sudah membahas ini jauh-jauh hari sebelumnya dan hasilnya adalah seperti laporan berikut ini, saya tidak bisa menilai sendiri, segala keputusan dan keyakinan hati nurani anda ada di tangan anda sendiri…berikut hasil laporannya..

SEMINAR NASIONAL “PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI
DITINJAU DARI SEGI HUKUM ISLAM”

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII) Yogyakarta telah mengadakan Seminar Nasional Perdagangan Berjangka Komoditi Ditinjau dari Segi Hukum Islam di Yogyakarta pada tanggal 13 September 2001.

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Drs. Ridwan Kurnaen, MBA. (Bappebti), Drs. Hasan Zein Mahmud, MBA. (PT. BBJ), Prof. Drs. H. Asmuni Abdurrohman (MUI Pusat), Drs. H. Abdur Rachim (IAIN SUKA Yogyakarta), Dr. Syamsul Anwar, MA. (IAIN SUKA Yogyakarta), Prof. Dr. Juhaya S. Praja, M.Ag. (IAIN Bandung), Jawahir Thontowi, SH., Ph.D. (FH-UII Yogyakarta), dan Zainul Arifin, MBA. (Institut At-Tazkiyah Jakarta).

Peserta dalam seminar tersebut sekitar 100 orang terdiri atas wakil-wakil dari Universitas/IAIN dari Propinsi DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Lampung, dan Sulawesi Selatan, serta wakil-wakil dari Pondok Pesantren, Pemda DIY, dan sebagainya.

Pokok-pokok pikiran serta rekomendasi dari seminar tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana diatur dalam UU No. 32 Tahun 1997 tanggal 5 Desember 1997, berdasar nas-nas Al-Qur’an dan Hadits Nabi, serta pendapat para ulama fiqih, tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam (muamalah);
  2. Meskipun kalangan ulama Syahi’i berpendapat, dengan menggunakan konsep-konsep akad istitsna, Perdagangan Berjangka Komoditi tidak dibenarkan karena bertentangan dengan kaidah umum yaitu tentang obyek transaksi harus nyata, namun, menurut Ibnu Taimiyah, larangan menjual barang yang belum ada tersebut bukan karena tidak adanya barang itu, melainkan karena tidak jelas, apakah barangnya nanti dapat diserahkan ataukah tidak. Apabila barangnya belum ada, tetapi ada jaminan dapat diadakan atau diserahkan kemudian, maka hal itu diperbolehkan;
  3. Perdagangan Berjangka yang dikembangkan pada masyarakat kontemporer/modern mendapat dukungan kaidah fiqih, utamanya dari sisi “istihsan” dan atau “mashalihul mursalah”, yaitu tuntutan kebutuhan ekonomi modern (perdagangan) dan perlindungan para petani (masyarakat).
  4. Perdagangan Berjangka Komoditi tidak mengandung hal-hal yang bertentangan atau dilarang oleh Syariat, karena :
    1. Perdagangan berjangka adalah resmi (legal), mempunyai aturan yang jelas dalam peraturan-perundangan;
    2. Perdagangan berjangka tidak mengandung spekulasi (dalam arti untung-untungan), tetapi justeru dengan lindung nilai (hedging) dan pembentukan harga (price discovery) memberikan perlindungan kepada para petani-produsen;
    3. Perdagangan berjangka memiliki fungsi sosial-ekonomi, yaitu perlindungan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, berbeda dengan perjudian atau gambling, mengandung unsur untung-untungan dengan resiko yang tinggi serta tidak memiliki fungsi ekonomi bagi kesejahteraan/kemaslahatan masyarakat secara umum.

  1. Menurut Yusuf Musa, perdagangan berjangka tidaklah tepat apabila dikategorikan sebagai “salam” dikarenakan banyak perbedaannya, diantaranya adanya syarat penyerahan harga penuh ketika akad dilakukan, sehingga perdagangan berjangka lebih tepat dikategorikan sebagai akad jual beli.
  2. Untuk memperoleh kejelasan yang lebih detail tentang pandangan Hukum Islam terhadap Perdagangan Berjangka Komoditi ini, kegiatan seminar ini perlu ditindaklanjuti dengan kajian yang lebih mendalam dalam bentuk workshop yang melibatkan para pelaku, serta pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi ini. (sumber www.bappebti.go.id)

46 Responses to “STOP ! fenomena halal haram Investasi di Bursa Saham/Forex”

  1. forex October 16, 2007 at 10:13 pm #

    hi
    you have a nice work here friend
    come visite me on my site and
    http://informatiquefree.zlio.com/
    http://forex-99.blogspot.com/
    http://automoinscher.zlio.com/

  2. forex way October 23, 2007 at 12:34 pm #

    hi
    you have a nice work here friend
    come visite me on my site
    http://www.forex4pro.blogspot.com

  3. syacruddin hidayat November 4, 2007 at 12:00 am #

    assalamualaikum wr wb
    bismillah,
    membahas haram atau halal suatu masalah,perlu ekstra hati hati,
    janganlah kita mengharamkan sesuatu yg halal atau sebaliknya,menhalalkan sesuatu yg haram,hanya karena suatu kepentingan.
    karena menyangkut umat
    akan dipertanggung jawabkan pada waktunya nanti.

    mengikuti pendapat ulama hal yg paling penting.
    apabila ada perbedaan ulama ,(baik sy’ahmaupun sunni) sebaiknya ditinggalkan
    namun untuk kasus perdagangan komoditi berjangka
    pernah dilakukan oleh saydina umar,pada pembelian seekor sapi. terimakasih

  4. Alex L. Setiawan November 8, 2007 at 5:43 am #

    Wa’alaikum salam wr wb

    Terima kasih atas masukannya bung Syacruddin…
    semoga bisa menambah wawasan kita semua.
    Yang ragu-ragu saran saya jangan pernah mencobanya, dan yang sudah yakin berhati-hatilah…

  5. Indra November 27, 2007 at 2:20 am #

    Di forex orang yang sukses hanya sekitar 15% … sedangkan sisanya 85% gagal dan bangkrut … tapi dengan adanya 15% orang yang sukses tersebut itu artinya sama dengan ada 10 orang pengusaha,di bisnis konvensional (perdagangan umum) kemudian pada tahun ke-5 hanya tinggal 1 orang yang berhasil … itu artinya …. bahwa hidup ini memang begitu … contoh lain yang ekstrim … di dunia kejahatan .. penjahat kelas kakap seperti koruptor hanya di hukum paling banter 1 tahun sedangkan maling ayam (sekitar 80% pelaku kriminal) … bisa mencapai di atas 5 taunan atau bahkan belasan puluhan tahun … yang lebih gila lagi … banyak orang yang kaliber jahat hingga kini dia sudah kaya dan kemudian bertobat … luar biasa !!!

  6. Alex L. Setiawan November 27, 2007 at 6:38 am #

    …selamat siang bung Indra…hidup ini bagaimana kita menyikapi nya aja… dalam tradingpun demikian, Profit atau merugi sekalipun kita harus tetap menyadari batasan-batasan kemampuan kita, jangan sampai termasuk golongan 85 % yang anda sebutkan itu… soal hukuman kriminal kelas teri dengan kriminal berdasi yang jauh berbeda… itulah ketimpangan hidup selalu berpihak kepada sekelompok orang2 yang berduit saja…

  7. sani December 4, 2007 at 1:13 pm #

    assalamualaikum wr. wb
    saya akhir-akhir ini sering diajak rekan-rekan saya untuk mau ikut kegiatan bermain saham, dan sampai saat ini, saya belum ikut dengan alasan MASIH BENAR-BENAR RAGU dan tentu saja saya terhambat masalah biaya alias dana, apakah itu diperbolehkan menurut agama atau tidak.
    jika itu dilarang, mengapa banyak sekali perusahaan yang melakukan jual beli saham?dan mengapa banyak agen-agen atau pasar-pasar saham dimana para investor bisa bermain didalamnya?selain itu mengapa praktikum pasar modal ada dalam kegiatan perkuliahan?sebenarnya masih cukup banyak pertanyaan dari saya, tapi secara garis besar ini saja dulu, atas jawaban yg meyakinkan yg diberikan, saya sampaikan terimakasih
    wassalam…

  8. Alex L. Setiawan December 5, 2007 at 3:07 am #

    wa’alaikum salam… terima kasih atas kunjungannya bung Zhanne… kata orang bijak “ikuti kata hatimu” segala sesuatu yang sifat nya meragukan kita jangan pernah dilakukan walaupun itu sangat nyata ke-halalannya. Pun demikian di bisnis futures ini baik di saham, indeks saham maupun forex. Apalagi kalau itu sifatnya memaksakan diri untuk ikut mencobanya, perusahaan melepaskan sahamnya ke publik untuk mengumpulkan modal usaha yang kemudian digunakan untuk pengembangan jaringan perusahaan itu sendiri, Melalui Agen-agen yang anda maksudkan adalah perantara anda dan perusahaan, dan tugas pokoknya adalah menyampaikan amanat anda ke bursa sesuai dengan perintah anda ataupun anda tinggal menyetujui analisa mereka saja untuk segera membeli atau melepas saham-saham anda.Dan UNTUK INVESTOR sudah jelas diatur pemerintah dalam surat edarannya pertanggal 07 Desember 2006 (setahun yang lalu). Nomor:385/BAPPEBTI/12/2006 bahwa investasi dibisnis ini hanya diperuntukkan untuk kalangan Investor Profesional, bukan untuk masyarakat “kecil” yang menggunakan sebagian ataupun seluruh biaya hidupnya untuk ber-investasi dan kemudian jika merugi berakibat fatal bagi dirinya maupun keluarga (karena menggunakan uang yang seharusnya di pakai untuk biaya hidup, bukan untuk investasi (duit lebih) ). terima kasih mudah-mudahan dengan jawaban ini, anda tidak ragu ragu lagi.

  9. AgungSedayu January 30, 2008 at 3:18 am #

    Sekarang sudah cukup banyak perusahaan yang menyediakan saranan untuk transaksi forex secara online. Tidak banyak modal yang harus disetor, cukup $25 saja kita bahkan dapat bonus $25. Bahkan perusahaan memberikan leverage yang tinggi sehingga bisa melakukan transaksi dengan nominal puluhan atau ratusan kali lipat dari modal. Hal ini membuat pemain forex bukan hanya orang-orang kaya profesional, bisa juga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat biasa yang baru belajar. Jadi, hukum islam mengenai aktifitas perdagangan ini haruslah jelas. Demikian juga dengan pemerintah harus bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, bahwa aktifitas tersebut beresiko.

  10. Alex L. Setiawan January 31, 2008 at 3:20 am #

    trima kasih atas masukannya mas Agung…
    kalau saya mencermati aturan dari pemerintah sudah sangat jelas, yang anda maksudkan dengan modal kecil tadi sebenarnya sudah dilarang sama pemerintah dengan surat edarannya Nomor : 385/BAPPEBTI/12/2006 (lebih lengkap baca : (http://www.bappebti.go.id/publikasi/eda00106.asp) bahwa perdagangan ini mengandung resiko yang sangat besar dan hanya diperuntukkan bagi profesional investor dan bukan untuk masyarakat kecil, mahasiswa, atau siapapun yang sifatnya cuma coba-coba… dan kalaupun terjadi resiko itu yah..tanggung sendiri…

  11. Hanggoro May 26, 2008 at 8:07 am #

    Ass.
    Sebagai tambahan info,, dalam dunia index forex terdapat 3 type pemain.
    1. Gambler. ( tanpa mengetahui aspek fundamental (info ekonomi dunia) dan teknis ( chart )) Golongan ini benar-benar asbak ( asal tebak ), ya begitulah penjudi, untung-untungan/rugi-rugian
    2. Trader ( kadang lost kadang untung ) golongan ini masih memiliki psykologi yang lemah, jika fudamental & teknikal sudah tdk memungkinkan, tetap saja berharap besar , harga akan naik atau turun
    3. Banker. Golongan ini benar-benar menguasai fundaental & teknikal, profit yang dikejar juga sesuai dengan fundamental&teknikal yang mungkin. Jika hanya untung 100 dolar ya diambil, jika hanya untung 1 pun diambl aja.

  12. squad5 October 30, 2008 at 6:41 am #

    terus bagaimana dengan pernyataan MUI, apakah pemerintah (Bappebti) dgn MUI gak kompak?
    piye toh?
    jadi masyarakat Islam harus berpegang dengan ulama (MUI) atau pemerintah (Bappebti)???

  13. squad5 October 30, 2008 at 6:43 am #

    jelas aja mereka (bappebti) bela2in lawong nyari makannya disitu, kalo kaffah, yo harus di hindari hal2 yg subhat..

  14. chekwan herwanto October 30, 2008 at 12:51 pm #

    hanya orang bodoh dan ga berpengalaman yg bilang judi…secara hukum sudah jelas kok masih ragu.orang buat uu itu penuh dengan pertimbangan yang matang.bukan semaunya sendira….pelajarilah sampai benar2 profesional baru komentar.

  15. bass October 31, 2008 at 3:05 am #

    setuju…

    http://www.kayaviaproperti.com

  16. Arief Hidayat November 3, 2008 at 1:44 pm #

    kalo mnurut saya, ya itu tergantung dengan niat dan gimana menjalankan bisnis ini…

    halal kalo dengan analisa fundamental dan teknikalnya..
    haram kalo asal pasang posisi beli atau jual tanpa tau ilmunya….

    semua itu kan ya harus pake ilmu, dan ilmu harus dibeli dengan keja keras, dengan belajar dan dengan pengorbanan yang tidak gampang

  17. Alex L. Setiawan November 5, 2008 at 6:23 am #

    Pembahasan halal haram ..gak bisa habis habis yah..hehehe..
    masih ada aja yang pro dan kontra…
    Untuk yang kontra… bagaimana dengan pendapat anda, jika bursa berjangka (saham, indeks, forex) adalah wajah terdepan perekonomian indonesia saat ini? …
    Yang pro halal tidak lagi melakukan transaksi kemudian bursa lesu/loyo trus market rontok berjatuhan, tidak adalagi aktifitas di bursa, tidak ada lagi saham yang di jual ke masyarakat untuk modal ekspansi perusahaan besar itu… terjadi resesi, krisis, melarat rame2 …dan mata uang kita dipermainkan sama bule2 itu karena tidak ada lagi intervensi dari pemerintah karena menganggap haram melakukan semua aktifitas itu.. subhanallah… jadi apa bangsa kita…

  18. Mpu Gondrong March 5, 2009 at 6:06 am #

    Perlu diperhatikan, bahwa bisnis apapun harus dilakukan agar membawa keuntungan bagi masing2 pihak, atau sebaliknya kerugian yg ditanggung bersama. Hal ini tidak berlaku di usaha spekulasi seperti saham, indeks, forex, di mana ada pihak yg untung (besar) dan ada pihak yg rugi (besar). Misalnya di saham, memangnya keuntungan suatu pihak itu ditalangi oleh duit yg datang dari langit? Bila di forex, berapa besar devisa negara yg terbang akibat ulah para spekulan. Jangan menutup mata terhadap hal ini apalagi memutarbalikkan fakta.

    Saya tidak bermain di forex, karena sejak awal memandang unsur mudharatnya sangat besar, hanya menjadi investor (tepatnya trader) di bursa saham. Namun akhirnya dengan logika di atas menyadarkan saya bahwa ada sesuatu yg salah dengan usaha semacam ini. Sesuatu yg salah dengan jalan yg salah, akibatnya akan jauh dari berkah. Bagaimana bila pihak yg kalah dalam saham merasa terdzalimi (wajarnya begitu) lalu mendoakan ‘kutukan’ terkait deritanya tersebut dan dikabulkan Tuhan? Cepat atau lambat karma itu akan datang. Lihat resesi finansial di Amerika.

    Ini cuplikan ayat yg dapat membantu pencerahan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (An Nisaa’: 29)”

    URL berikut menarik untuk dibaca: http://www.dakwatuna.com/2008/trading-sekuritas-dan-jual-beli-saham/. Jadi stop fenomena halal dan haram, tinggalkan saham, indeks, forex atau usaha2 spekulasi lainnya. Semoga bermanfaat.

  19. ADI KUMBARA April 1, 2009 at 3:47 pm #

    assalamu’alaikum
    “pada setiap diri ada pendapat” dan setiap orang yang berpendapat harus di hargai dan dicermati, namun alangkah indahnya apabila setiap pendapat itu ada dalil dan dasar hukumnya sehingga tida plan-plin plintat plintut ut ut ut.

    begitu juga dalam berforex setiap trader harus disertai dengan ilmu-ilmunya yang matang, bukan hanya sekedar coba-coba, ya kalau mau coba-coba pake virtual forex saja.

    Maka alangkah indahnya kalau bapak-bapak yang sudah senior berbagi ilmu tentang itu supaya ilmunya bermanfaat gitu lhoooo mas.

    wassalam
    yang menunggu di ajari forex terimakasih
    salam kenal buat semuanya, dan salam silaturahmi
    dari bone menyapa nusantara

  20. Kassa April 9, 2009 at 6:32 am #

    APA JADINYA NEGARA INI KALO MAYORITAS PENDUDUKNYA BERMAIN INDEX / FOREX DAN KALAH ???
    NEGARA BISA BANGKRUT, PERKONOMIAN TERUTAMA SEKTOR RIIL AKAN LUMPUH!

  21. Alex L. Setiawan April 9, 2009 at 6:41 am #

    SETUJU BANGETTTT mas KASSA.. APA JADINYA NEGARA INI KALO MAYORITAS PENDUDUKNYA BERMAIN INDEX / FOREX, seperti Amerika, Taiwan, Jepang, Hongkong, Eropa umumnya, dari tukang parkir sampai ibu rumah tangga disana kenal semua bisnis ini. Negara mereka bangkrut, dan miskin kayak sebagian warga indonesia sekarang yang masih ribut perlu tidak bisnis dibidang ini he..he..he..he

  22. Fitri Zulkarnaen May 1, 2009 at 2:07 pm #

    Saya ingin mencoba bekerja sebagai trader, tapi saya ingin mendalami dulu ilmunya supaya nanti kalau investor mempercayakan duitnya, bisa saya pegang sebagai amanah yang bisa dikembangkan.

  23. Genghis Khun June 16, 2009 at 5:36 am #

    Salam kenal,
    Money Changer dan forex online adalah tempat penukaran antar mata uang.
    Tetapi ada pebedaan mencolok:

    - Money Changer BUKAN Judi
    - Forex Online = Judi

    Dan masih banyak yang perlu disorot dalam Forex Online. Paling aman ya Money Changer.

    Silahkan meluncur ke:
    Forex Sisi Lain

    Trims

    • Genghis Khun July 9, 2009 at 4:58 am #

      Salam kenal,
      Secara umum, antara Jual Beli Wajar dengan JUDI terdapat batas yang sangat TEGAS.
      Perbedaan TEGAS itu ada pada ALUR-nya.
      Money Changer dan Forex Trading online, walaupun sama-sama proses penukaran antar mata uang.
      Ada perbedaan mencolok:
      - Money Changer BUKAN Judi
      - Forex Online = Judi

      Dan masih banyak yang perlu disorot dalam Forex Online. Paling aman ya Money Changer.

      Silahkan meluncur ke:
      http://genghiskhun.com/perbedaan-alur-judi-dengan-jual-beli-biasa

      Trims

  24. Raja February 21, 2010 at 12:36 am #

    FOREX, yang ditawarkan di indonesia melalui BBJ dan Bapebti absolutly haram…
    Kenapa saya ngomong gitu?
    Perdagangan mata uang di bawah kendali Bank Indonesia bukan departemen perdagangan. FOREX spot bukan termasuk kontrak futures/berjanga jadi transaksi yang terjadi harusnya antar bank, bukan antara nasabah dengan broker..

    Kalau mau ngomong tentang forex futures atau forex option baru deh kita bicara tentang perdagagnan di bursa.

    Tujuan pembuatan bapebti adalah mengurusi komoditi.

    INDEX Nikkei , Hangseng de el el yang di jual di Indonesia sepenuhnya hanya permainan saja. Order tidak pernah disampaikan ke pasar.

  25. Puput March 2, 2010 at 7:25 am #

    Asslm.
    Dilihat dari segi ekonomi, semua bisnis atau usaha apapun yang kita jalankan menurut saya adalah benar yang penting niat dan tujuan kita adalah untuk akhirat.
    Termasuk FOREX atau FUTURES adalah salah satunya. Segala bidang yang ada adalah saling mendukung satu sama lain, begitupun dengan sektor riil dan non riil. semua itu bisa untung dan juga rugi, tinggal bagaimana pengelolaan kita. kalau tidak ada komoditi berjangka ya tidak akan berjalan struktur ekonomi ini. Asal kita jujur, apa yang ada ya disampaikan kepada nasabah,pasti kita bisa. Tinggal kita berfikir sejenak saja. kalau kita membutuhkan, ya kita invest kalau tidak ya tidak perlu invest.. gitu aja kok repot…

    Kita harus bisa melihat dari sudut pandang yang lebih luas. Untuk urusan komoditi berjangka bisa kita pandang secara fifty-fity agar seimbang dengan sektor yang lain.

    Terima kasih

  26. Solehudin April 1, 2010 at 6:01 am #

    Bagi para muslimin dan muslimat, Kristen, Budha, Hindu, dan para Ateis… pokonya semuanya….

    Forex itu jelas BOLEH, kita hidup di berbagai negara dengan mata uang yang berbeda.

    Tapi kalo “MAIN FOREX”, itu hanya akan merugikan diri sendiri.

    Yang jelas untung dari “MAIN FOREX” adalah para broker dan para calo broker (afiliasi) dan yang main forex presentasi untuk untung mungkin sekitar 10%, atau bahkan kurang.

  27. billy April 7, 2010 at 5:40 am #

    Salam,
    Saudara kekasih sebangsa dan setanah air, sistim keuangan dunia semakin kedepan akan semakin HANCUR. Sesabar-sabarnya atau sepandai-pandainya orang bermain Forex atau index, dengan 1001 macam alasan untuk pembenaran diri, analisis , fundamental, dsb…pada saatnya PASTI akan Jatuh. Walaupun seandainya ia profit besar, kekayaan yang didapatnya itu tidak menjamin kebahagiaan, malah bisa semakin greedy. Sifat manusia yang serakah itu akan selalu dipicu bila ada peluang2 yang menggiurkan . Tidak heran _tidak sedikit manusia yang sudah menjadi korban akibat tawaran2 tsb , termasuk saya pribadi. KALAH atau MENANG, tetap ujung2 menuju ‘ketidakpuasan’ , alias penasaran (maut yang terselubung/lembah kehancuran jiwa). Sebelum orang dibukakan matanya/ sadar, ia akan tetap didalamya….very2 dangerous .! Tetapi WHY, byk orang masih belum NYADAR, bahkan korbannya pun makin bertambah saja..?? Karena Dunia ini sudah MENGKONDISIKAN seperti itu. Di satu sisi uang adalah tuntutan manusia, si satu sisi manusia berusaha untuk mencari jalan keluar, (dan setanpun tahu) tetapi sayangnya banyak manusia yang sudah terkecoh (karena adanya kemudahan2) dan tanpa disadari telah mengaktifkan sifat greedy-nya dengan alasan kebutuhan2 pribadinya… tanpa mau berfikir panjang. (7x)/ menanyakan pada orang2 yang berfikir bijak. Misal: orangtua. . Hidup di zaman ini memang tidaklah mudah, mencari uangpun sulit . TETAPI Lebih baik sperti orang2 desa punya harta sedikit, bisa makan tempe tahu sekeluarga dengan rasa sejahtera.. dibandingkan harta banyaak tapi hati resah dan gelisah…. Kita tahu tujuan si jahat adalah mmbunuh, mncuri dan mmbinasakan . Dalam arti ia membunuh jiwa kita, mencuri damai sejahtera kita dan membinasakan masa depan hidup kita. So_WASPADALAH,___Salam

  28. Prazetya Al Maududi October 2, 2010 at 8:20 am #

    Saya liaht di deretan komentar di atas, sdr. chekwan herwanto berkomentar demikian:

    #chekwan herwanto : hanya orang bodoh dan ga berpengalaman yg bilang judi…secara hukum sudah jelas kok masih ragu.orang buat uu itu penuh dengan pertimbangan yang matang.bukan semaunya sendira….pelajarilah sampai benar2 profesional baru komentar.

    Menurut saya:

    Justru YANG TOLOL tuh anda sdr chekwan herwanto…!!! Kenapa HUKUM PEMERINTAH yang merupakan HUKUM BUATAN MANUSIA dijadikan satu2nya pijakan utk menentukan Halal-Haram nya permasalahan ini…???

    Sudah jelas, negara ini tdk memakai hukum syariat islam, lalu kenapa anda sepertinya menjamin bahwa UU yg dibuat pemerintah telah mengkoordinir semua aspek dlm hukum2 Islam itu sendiri…???

    yang harus anda ingat adalah:

    “APA YG MENURUT MANUSIA ITU BAIK, BELUM TENTU BAIK DI MATA ALLAH SWT! DAN APA YG MENURUT ALLAH SWT BAIK, MANUSIA BELUM TENTU MENGERTI!”

    itu saja! Maaf kalo sara terkesan arogan! saya hanya merasa tdk terima dgn stigmatisasi anda yg merasa LEBIH PINTAR dgn mengatakan “hanya orang bodoh dan ga berpengalaman yg bilang judi…”. Padahal kalau anda mengerti bagaimana pembahasan ini cb ditilik dr aspek Islam itu sendiri, sudah jelas bahwa yg saya sebut di atas (“APA YG MENURUT MANUSIA ITU BAIK,…), benar2 menerangkan bahwa UU yg dibuat pemerintah (apalagi yg tdk Bersyariat Islam!), tidak bisa dijadikan alasan logis pembenaran utk Syariat Islam itu sendiri!

    “JGN HANYA BERPEGANGAN PADA LOGIKA DAN PENGALAMAN! DAN JANGAN SOK PINTAR! ANDA BISA BERKATA DEMIKIAN MUNGKIN KARENA ANDA ADLH ORG YG SERING DIUNTUNGKAN DLM BISNIS INI! CUMA ALLAH SWT YG BERHAK MENILAI! DAN KALAUPUN SAYA TDK SEBERUNTUNG ANDA DLM MEMILIH BISNIS YG BERTENDENSI RAGU2 INI, ITU HANYA MASALAH WAKTU SAMPAI PADANG MAHSYAR NANTI LAH YG AKAN MENENTUKAN SIAPA YG BENAR DI ANTARA SAYA DAN ORANG2 ‘DUNIAWIS’ SEPERTI ANDA!”

    -Wassalam-

  29. Dedy Kurniawan S October 7, 2010 at 12:52 am #

    Mas Prazetya terima kasih..
    Comment dari anda singkat padat dan menjawab keraguan saya..
    orang boleh berkomentar dan berargumen dr itu semua..
    tp ini semua kita kembalikan ke diri kita masing2.. hidup adalah pilihan.. dan semua akan kita pertanggung jawabkan ke Sang Rabb..
    Semoga Allah membimbing kita semua Amin..

  30. shine October 22, 2010 at 9:07 pm #

    melihat dari banyak komentar, pro dan kontra. saya melihat masing-masing menyatakan pendapatnya benar. berarti ini tidak pasti. dan beberapa kali saya membaca artikel tentang forex juga tidak jelas-jelas ulama mengupas tentang itu. berarti ini tidak boleh kita masukkan ke halal atau haram. silahkan saja siapa yang yakin untuk terus berbisnis forex atau komoditi. tapi bagi yang tidak yakin silahkan tinggalkan, tidak perlu komentar yang tidak jelas sumbernya. kita tunggu sampai aturan ini semakin jelas ya. semoga Allah cepat memberikan titik pencerahan buat kita semua. Amiin

  31. Herry November 7, 2010 at 10:41 pm #

    Forex HALAL, bukan judi, cari broker yg tdk memakai swap/bunga. Saya berpendapat bahwa para trader berperan sebagai penyeimbang harga, membantu perbaikan mata uang dari kejatuhannya, membantu perekonomian dunia bergerak lebih cepat, termasuk Indonesia. Saya pribadi memperlakukan bisnis forex sebagai investasi jangka panjang, bukan spekulasi.

  32. Subkhan November 8, 2010 at 11:24 am #

    setuju sama mas herry… kalau yakin, lakukanlah, kalau tak yakin jangan dilakukan.

    toh Allah ga akan menurunkan firmannya lagi kan? nabi Muhammad yang terakhir mendapat wahyu dari Allah SWT (semua orang tahu hal ini). jadi buat apa kita terus berdebat yang akhirnya menjerumuskan pada permusuhan dan kehancuran?

    sudahlah saudaraku sesama muslim, kita nikmati saja semua perbedaan ini tanpa adanya permusuhan.

    Yang trading silakan terus trading, yang tidak ya silakan memantau saja. jangan berkoar-koar seperti tidak menghormati perbedaan dan egois supaya orang yang trading ikut berfikir sama dengan apa yang diyakininya. Kita berhak memiliki perbedaan pendapat kok, apalagi di dunia yang semakin maju ini… instrumen ekonomi sekarang ini sudah semakin maju. kalau kita tidak ikut mempelajarinya, kapan kita berkembang?

    kalau Anda berusaha menyetop forex trading, menyebutnya haram atau apalah, yang ada forex trading akan terus berkembang. yakinlah itu. sampai mana Anda bisa menyetop forex trading? kalau Anda ingin menyetopnya, carilah cara baru, metode baru untuk mengangkat instrumen ekonomi dunia yang Anda anggap halal supaya bisa menghentikan forex trading.

    segitu saja cukup? belum saudara!
    Anda dituntut menulis thesis, sebuah penelitian lengkap tentang forex dan hukum islam. saya kira ini butuh waktu bertahun-tahun untuk membuktikannya. karena suatu penelitian harus didasari dengan hal-hal yang valid semua. setelah Anda selesai meneliti, saya harap anda sudah menjadi Profesor tentang hukum Islam dan Forex Trading ini. So, perjalanan masih jauh. Terimakasih.

  33. Semar M December 15, 2010 at 7:02 am #

    Assalamualaikum wr wb

    sebelumnya saya ingin mengilustrasikan satu kejadian, ada pihak A mempunyai barang, dan pihak B mencuri barang pihak A untuk kepetingan B sendiri, pihak C menolong A dengan mecuri barang tadi dari si B dan mengembalikan barang tersebut kepada pihak A, apakah tidakan pihak C itu baik/tidak baik jika salah satu jalan mendapatkan barang dari si B adalah mencuri ?

    Dalam trading forex trader yang profit hanyalah sedikit, yang loss jauh lebih banyak dan akhirnya yang untung besar adalah broker yang memang bertujuan untuk itu, ini adalah kenyataan. Trader yang kalah biasanya adalah orang yg mempunyai kelemahan mental berupa : sifat serakah, sifat penakut penakut, malas, kurang bekerja keras sehingga akhirnya “tertipu” dalam permainan ini. dengan sistem seperti ini sebenaranya trader yang menang mendapat keuntungan dari kekalahan trader yg loss. menurut saya ini tidak baik karena jika ada yg untung pasti ada yang rugi, tidak ada kemungkinan sama2 untung. tapi…..

    dengan pertimbangan:
    1. yg loss adalah orang yg mempunyai kelemahan mental seperti tersebut diatas.
    2. Broker mengambil keuntungan dari kekalahan nasabah

    menurut saya jika bisa profit besar tidak apa2 dengan catatan SEBAGIAN BESAR PROFIT disumbangkan untuk hal2 yang bermanfaat (kalo hanya bisa profit sedikit mending cari uang dari bisnis lain heheee ^_^)

    ** saya tidak berani mengatakan halal dan haram, saya hanya berani mengatakan baik dan tidak baik menurut versi saya (baik menurut saya mungkin juga baik menurut Allah dan bisa juga tidak baik menurut Allah)

    ** menurut saya, forex bukan judi jika mempunyai mental yang baik, mempunyai ilmu analisa teknikal & fundamental, serta bisa mengatur margin dengan baik.

    ** menurut saya, tradig forex online trading tidak fiktif, barang itu ada, karena saya bisa bisa mendapat hak sebagai pemilik barang, yaitu bisa menjual kembali setelah saya membeli, dan dari awal sudah ada perjanjian awal hak saya hanyalah menjual setelah membeli barang tsb.

    ** laverage dalam online trading menurut saya analog dengan pinjam meminjam. (pinjam modal ke broker)

    :::: maaf, jika pembahasan saya terlihat kekanak kanakan, tetapi saya sangat ingin berbagi menyampaikan unek2 dari dalam hati saya… semoga Allah membimbing kita ke dalam jalan yang benar, amin..

  34. Aan vif maulana February 4, 2011 at 5:38 pm #

    Assalamualaikum wr wb
    Salam keluarga bwt yg agama lain

    Kalau berbicara ttg halal n haram g ad habisnya. G sedikit orang mencari nafkah dgn cara yg benar ato salah. G sedikit juga orang yg memberikan rezekinya dari cara yg benar ato salah untuk membantu sesama. Jika qta cari suatu masalah dari hulu ke hilir pasti akan menemukan hal yg benar ato salah.

    Pernahkah qta berpikir saat qta bekerja dengan cara yg benar tetapi atasan qta menyarankn hal yg sebaliknya n jika qta tidak menurutinya resiko terburuk yg akan qta dapat untuk mencari nafkah, lalu apakah hasil yg qta dapat menjadi haram??!!

    Smua bentuk perdagangan pasti ada UNTUNG ato RUGI termasuk yg dipermasalahkan dalam topik ini. Tp smua itu tergantung dari individu masing2 dan juga beribu2 faktor untuk membuat usahanya menjadi Untung atau Rugi karena smua itu tergantung dari Permintaan n Penawaran pasar.
    Jadi :
    U/ para broker : Jgn terlalu mengejar komisi tanpa memikirkan nasabah ingatlah akan doa orang yg merasa anda rugikan n ingatlah tanggung jawab anda kepada Allah u/ hari esok atas tanggung jawab yg di berikan seseorang. Selalulah menerapkan batas keuntungan yg syariat n kerugian yg sesuai dengan keuntungan yg kemungkinan akan di dapat. Karena anda memiliki kemampuan u/ menentukan itu
    U/ para investor atau calon investor : Jgn terlalu menyalahkan orang lain yg belum terbukti kebenarannya karena sama saja qta melakukan fitnah yg belum tentu org tersebut terbukti.
    U/ para investor yg mengalami Rugi : Apakah anda jg yakin kalau anda selalu benar di banding broker anda??koreksilah pada diri sendiri u/ jadi orang yg lebih baik
    U/ para investor yg masih Beruntung : Kendalikan emosi n nafsu anda untuk mendapatkan yg lebih sebelum anda mengalami kehancuran

    Smua itu tergantung dari individu masing2 klo qta niat untuk beribadah insyaallah di ridhoi karena yakinlah Allah Maha Mengetahui.
    Saya pernah membaca dari majalah bulanan untuk donatur ke jalan Allah disitu ada cuplikan kalimat yg cukup menarik “Orang yg lemah adalah orang yg dikendalikan nafsu untuk sesaat, sedangkan orang yg kuat adalah orang yg mampu mengendalikan nafsu sesaat untuk jangka waktu yg panjang”

    Smoga bermanfaat bagi smua

    Salam kekeluargaan n perdamaian bagi qta smua

  35. Arif Taufik May 2, 2011 at 2:49 am #

    Asalamualaikum Wr.wb..
    Salam cinta buat semua :)
    Saya termasuk orang yang sedang sangat mencari banyak referensi ttg hukum2 perdagangan berjangka., terutama menurut kajian islam agama yg saya yakini.,
    Saya termasuk orang baru yg terlibat dalam bisnis semacam ini., Saya bayak bertanya dengan orang yg lebih dulu terjun, saya banyak baca referensi termasuk pro kontra yg cukup membuat pusing saya.,
    sebenarnya hati kecil saya mantab untuk bisnis ini dengan logika kebenaran yg saya dapat., meski saya tau saya sangat mungkin juga salah karena keterbatasan ilmu saya..

    Saya orang baru yg tergabung dalam sebuah perusahaan pialang yg legal dibawah BAPEBTI., saat ini saya hanya berani menjalankan bisnis ini di bidang komoditi tepatnya index gold, karena hanya itu yg paling saya yakini ttg hukum2nya, meski perusahaan tempat saya bekerja juga menjual produk lain seperti indek saham hangseng dan kospi.,

    Jadi apapun itu menurut saya ilmu menjadi kunci penting disini., ketidak jelasan bisa dijawab dg ilmu pengetahuan, belajar ilmu trading tidak hanya tekhnik trading tapi mencakup segala sistematika yg ada didalamnya termasuk apa itu index, forek berjangka dll., baru kita tarik ke hukum islam yg kita tau dan kita yakini..
    meski itu bukan kebenaran mutlak seperti kebenaran Tuhan tapi UU no 32 th 2007 itu saya kira dibuat dengan penuh perhitungan agar mencegah dari praktek perjudian., meski pd prakteknya bisa jadi seperti itu., sekali lagi ilmu, niat dan tujuan para pelaku bisnis disini menjadi sangat penting, agar hal ini tidak menjadi murni spekulasi dan untung2ngan dg hanya mengira2 pergerakan chart (analisa Technical) tanpa tau yg mendasari pergerakan harga pada Chart (analisa fundamental. Dan disini saya kira semua sepakat tugas manusia hanyalah berusaha., menimbang.,menganalisa dengan ilmu dan yg kita punya, kemudian memutuskan sesuatu., yg dalam hal ini open posision untuk transaksi jual beli (bukan bermain) adapun yg tau pastinya ttg arah pasar mau kemana, untung atu rugi., hanyalah Tuhan., saya kira spikulasi semacam ini masih lazim juga dilakukan para pelaku bisnis di sektor reel.
    Hal lain yg mmbuat saya yakin disini bahwa legalitas perundangan mengatur bisnis ini dalam regulasi yg terstruktur dan dalam pengawasan pemerintah beserta beberapa steak holder., husnudzon sajalah terhadap komitmen pemerintah, juga para pengkaji hukum islam, ahli fiqih, MUI, yg telah menkaji hukum ini., dan memperbolehkanya dg beberapa syarat (Nderek Ulama n umaro’).
    Saya rasa orang yg mau terjun dibisnis ini harus tau juga kemungkinan resiko, sehingga saat mengalami kerugian sudah siap mental bahwa pada jual beli itu pasti ada untung dan rugi, dan pastinya melibatkan pihak yg untung dan pihak yg rugi.,kalau kedua belah pihak sudah tau resiko dan menyepakati aturan yg ada saya pikir tidak ada alasan untuk mempermasalahkan., ridho-birridho (ikhlas sama ikhlas…)

    Memang sangat pelik untuk membahas halal dan haram, tidak hanya dibisnis ini., banyak sekali bisnis2 dibidang lain yg memiliki masalah yg sama2 rumitnya jika benar2 mau dibahas.,
    “kata guru saya yg kalau tidak salah ini hadist Nabi.. yg kurang lebih intinya spt ini., “dijaman akhir tidak ada makanan/rejeki yg bener2 bersih dari subhat., jadi makanlah dari pada kamu mati kelaparan., Dijaman akhir tidak ada Guru yg mengamalkan seluruh ilmunya., jadi bergurulah dari pada kamu bodoh dan tidak mengerti apa2..”

    Saya meyakinkan untuk melakukan bisnis ini karena tujuan yg benar menurut saya., ada nilai sosial., spiritual., dan maslahat secara ekonomi yg tujuannya tentu tidak hanya memperkaya diri sendiri., tapi semoga banyak yg bisa terbantu., dan ini juga saya sampaikan sebisa saya pada orang yang mau terjun kebisnis ini., dan tidak saya sarankan untuk yg tidak berilmu dan tidak mau belajar…
    Tentunya saya sangat menghormati perbedaan keyakinan., so silahkan menjadi diri anda., dan ttp jaga silaturahmi..
    Ahir kata., terimakasih sudah mebaca tulisan yg hampir mirip CURHAT.. smoga ini bisa menambah wacana untuk kita semua.,’ wallahu ‘alam bimurotihi’
    doakan aku., dan doaku untuk kalian., salam cinta dan damai.. :)

    • Eko July 4, 2013 at 6:54 pm #

      “dijaman akhir tidak ada makanan/rejeki yg bener2 bersih dari subhat., jadi makanlah dari pada kamu mati kelaparan., Dijaman akhir tidak ada Guru yg mengamalkan seluruh ilmunya., jadi bergurulah dari pada kamu bodoh dan tidak mengerti apa2..” ,<– ini hadits palsu jungkir balik dari mana, pak? Karena Hadits-hadits Shahih yang ada justru mengatakan hal yang sebaliknya:
      Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: "Akan datang suatu zaman di mana seseorang tidak mempedulikan darimana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal ataupun haram." (HR. Nasa'i)
      Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: "Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakannya secara langsung, ia akan terkena debunya." (HR. Ibnu Majah)

  36. Alex L. Setiawan May 2, 2011 at 3:51 pm #

    thank’s boss .. penjelasannya sangat dalam … mudah2an yang pro dan kontra bisa berdamai dan berjalan seiring sejalan ..
    saya tambahin dikin ini Fatwa MUI yang bisa di dwonload

    http://mui.or.id/index.php?option=com_docman&Itemid=90&limitstart=35

    bisa di downloand TENTANG JUAL BELI MATA UANG apa yang boleh dan tidak boleh dalam Trading Online saat ini :)

  37. Arif Taufik May 4, 2011 at 12:09 am #

    Wah., jadi malu kalau dibilang dalam., sebenernya itu sekedar unek2 yang pengen keluar., tapi jujur saya juga masih mencari., memang ngeri sih kalau sudah nyangkut halal haram., pro kontra yg tidak habis2., fatwa yg tiap saat bisa berubah, benturan antara alasan pribadi dan dua kebenaran yg berbeda yg sama2 kuat., memang membingungkan..!! tapi terimakasih saudara alex atas info2nya, itu sangat berarti bagi saya., jangan sungkan bagi2 info ke saya.. Hee :) Tanks..

  38. Tomy February 25, 2012 at 10:18 pm #

    Yang Membuat Forex Haram

    Yang membuat tansaksi valas, metal dan lain lain online (program Meta Trader) haram dalam islam diantaranya adalah :

    1. Bisa Jual dulu baru beli, tidak punya barang tapi diperbolehkan jualan. Belum memilki mata uang asing tapi bisa jual terlebih dahulu harga diatas dan tutup transaksi dengan beli harga dibawah, (dapat untung). Jika jual dulu ternyata harga naik maka tutup transaksi dengan beli harga lebih mahal / harga diatas. (mengalami kerugian).

    2. Leverage, Punya uang 1 tapi bisa transaksi dengan nilai 100 ( jika leveragenya 1:100, atau 1:500 atau 1:1000) dengan jaminan kerugian jumlah uang kita sendiri. Jika kita untung, kita akan mendapatkan keuntungannya 100 kali lipat dari nilai keuntungan yang sebenarnya, jika kita rugi juga mengalami kerugian 100 kali lipat dari nilai kerugian yang sebenarnya (jika leverage 1:100). Dengan leverage ini resikonya adalah uang kita bisa habis jika kita mengalami kerugian. Seharusnya dalam transaksi valas yang benar adalah berapapun nilai uang yang kita tukar dengan mata uang lainnya nilainya tidak akan pernah menjadi nol. Transaksi yang benar dan halal adalah 1:1

    Semoga hal2 diatas bisa jelas dan membantu untuk memastikan halal dan haramnya dalam islam bertransaksi valas online.

  39. Tomy February 25, 2012 at 10:26 pm #

    JUAL BELI MATA UANG ASING ITU HALAL DAN DIPERBOLEHKAN tapi CARANYA MELAKUKAN JUAL BELI ITU YANG MEBUATNYA MENJADI HARAM.

  40. raditya March 7, 2012 at 7:19 pm #

    setuju ma tomy caranya yang HARAM, jujur yang membuat forex menggiurkan adalah kita tinggal duduk ongkang2 didepan laptop plus ilmu fundamental, statistik (menurut para pakar biar gak jadi haram hehehe..) hitungan menit, jam dapet deh jutaan uenakkk tenan, gak perlu keluar keringat dah dapt duit banyak (jika beruntung) sapa yang berani bilang haram klu hasilnya seperti ini hehehe, dasarnya jelas gak perlu diputar-putar biar halal, jangan jadikan diri kita bagian dan korban kapitalisme global, bekerjalah yang halal uang yang kita nafkahkan akan menentukan masa depan keluarga kita, ” dan jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu..” wallahu’alam bi shawab,..

  41. kredyt rzeszów July 3, 2013 at 7:01 pm #

    What’s up Dear, are you actually visiting this web page on a regular basis, if so after that you will without doubt obtain nice knowledge.

  42. Dodo November 1, 2013 at 2:10 am #

    Pak alex….Saya yakin anda sering untung dalam forex on line makanya anda bela belain betul tentang forex on line ….., maaf dalam bahasa bodoh bodohan aja kalau dalam 5 menit anda bisa untung pasti dalam 5 menit juga anda orang lain yang rugi ……dalam hukum jual beli dalam kontek agama manapun mana ada jual beli rugi dalam hitungan menit dibenarkan ……….Intinya Sebenarnya 1 KITA terjebak dalam KAPITALISME Global dan kita mendewa dewakannya…….., Siapa bilang AMerika negara maju dan kaya ….Amerika negara miskin ….mereka hanya mengeruk kekayaan negara lain dengan dalih demokrasi dll……………., Berapa juta trilyun aset di freeport yang disedot tanpa perincian yang jelas …..kalau FOREX on line bisa mendatangkan keuntungan yang berarti bagi Bangsa sekelas AMerika mengapa nyaplok kekayaan negara lain Indonesia dll…juga mengadu domba negara2 benua arab hanya untuk mendapatkan tambang minyaknya ………..,

Trackbacks/Pingbacks

  1. STOP ! fenomena halal haram Investasi di Bursa Saham/Forex | Asset Management Service - July 8, 2014

    […] sumber […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: